Bersih Dusun Kaliwowo: Merawat Tradisi, Menjaga Alam, Memperkuat Kerukunan Warga

Terkini 25 Sep 2026 16:18 • 3 min read • 11 views • By TB

Share berita ini

Bersih Dusun Kaliwowo: Merawat Tradisi, Menjaga Alam, Memperkuat Kerukunan Warga
Budaya

NGAWI I IKAPER'S— Semangat gotong royong, rasa syukur, dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal kembali menyatukan masyarakat Dusun Kaliwowo, melalui tradisi Bersih Dusun Kaliwowo, Desa Kedunggalar Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi ,yang digelar pada Jumat Kliwon, 25 September 2026, di kawasan Sendang Kaliwowo.


Mengusung semangat “Nguri-uri Tradisi, Merti Dusun, Rukun Seduluran”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, menjaga lingkungan, sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.


Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab gunungan dari Rumah Kamituwo menuju Sendang Kaliwowo. Gunungan yang dihiasi beragam hasil bumi menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.


Di balik kemeriahan kirab, tersimpan pesan budaya yang cukup mendalam. Bersih Dusun mengajarkan bahwa tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan kepedulian, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.


Sebelum kirab dimulai, Kepala Dusun Kaliwowo, Hafidz Ashari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaliwowo yang tetap memiliki semangat untuk nguri-uri budaya dan adat istiadat warisan leluhur.


Menurutnya, keberlangsungan tradisi tidak mungkin dijaga oleh satu atau dua pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar budaya lokal tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaliwowo atas semangat dan kebersamaannya dalam nguri-uri budaya serta adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur. Semoga kegiatan ini terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan semakin mempererat kerukunan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.


Sementara itu, Ketua Panitia, Agus Subekti, yang akrab disapa Trubus, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Bersih Dusun Kaliwowo.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal serta membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.


“Tradisi ini bukan hanya milik generasi sekarang. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan warisan leluhur kepada anak cucu,” ujarnya.


Sendang Kaliwowo menjadi salah satu titik penting dalam kegiatan tersebut. Selain memiliki nilai budaya bagi masyarakat, keberadaan sendang juga mengingatkan pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.


Karena itu, semangat Bersih Dusun diharapkan tidak berhenti pada prosesi budaya, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Di tengah perubahan zaman, keberadaan tradisi lokal memiliki arti penting dalam menjaga identitas masyarakat. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, memahami, sekaligus mengambil nilai positif dari budaya yang diwariskan para pendahulu.


Budaya yang dirawat akan menjadi identitas. Tradisi yang diwariskan dengan nilai-nilai positif akan menjadi jembatan yang menghubungkan generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan.


Melalui Bersih Dusun Kaliwowo, masyarakat kembali menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak harus membuat tradisi ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi kekuatan sosial untuk membangun masyarakat yang guyub, peduli terhadap lingkungan, serta tetap menghargai akar budayanya.


“Melangkah Bersama, Menjaga Warisan Leluhur.”


Bersih Dusun Kaliwowo bukan sekadar tentang kirab dan gunungan. Ia adalah tentang rasa syukur, gotong royong, kepedulian terhadap alam, dan persaudaraan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.


Nguri-uri tradisi, merti dusun, merawat alam, dan mempererat seduluran.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

IKSPER'S NEWS

Recent Articles

Popular Articles